Salah siapa?

Thursday, May 19
Setiap nonton film nagabonar jadi 2, gue selalu inget sama kata-kata nagabonar ke bonaga pas si nagabonar abis pingsan setelah acara pengibaran bendera "salahku hidup di jamanmu, jaman yang tidak kumengerti". Gue pun yang hidup di jaman sekarang ini sempet mikir "salah ga sich cewe seperti gue ini hidup di jaman seperti. Jaman dimana semua orang memuja tampilan fisik". Pria -pria lebih sekarang rata-rata kalo ditanya apa tipe cewe idaman mereka. Kata-kata yang keluar adalah cantik, putih, baik blablabla... Pokoknya semua yang menurut gue hanya jangka pendek. Cantik, seiring bertambahnya umur di wajah cantik wanita akan muncul keriput-keriput halus dan semakin lama keriput itu akan semakin banyak. Meskipun ukuran cantik itu relatif, tapi itu cukup bikin para wanita kalang kabut. Berbagai macam cara ditempuh untuk menjadi cantik. Mulai dari cara yang alami seperti rajin minum air putih sampai ke cara-cara yang cukup menyakitkan kaya face lift. Tahukah para pria itu tentang semua yang dilakukan wanita agar menarik di depan mereka?
Gue rasa mereka tahu tapi mereka berpura-pura tidak tahu. Pernahkan para pria memperhatikan kaki wanita mereka yang lecet karena memakai higheels baru. Higheels baru yang mereka beli agar mereka selalu terlihat menarik di depan pria mereka. Belum lagi wanita yang mati-matian menurutkan berat badan karena takut tidak ada pria yang akan menyukai mereka kalau mereka memiliki tubuh yang sedikit gemuk. Itu semua hanya hanya contoh kecil dari kesakitan yang bisa dirasakan wanita agar pria yang mereka cintai tetap mencintai mereka. Tapi terkadang pria dengan mudahnya meninggalkan mereka hanya karena mereka menemukan wanita lain yang jauh lebih menarik.
Ini gue tulis bukan karena apa-apa. Ini murni hanya buah pikiran dari gue ketika gue melihat sekeliling gue dan terbersit untuk menuliskannya. Belum lagi masalah sosial di indonesia yang terkadang meremehkan status seorang janda dan predikat perawan tua. Wanita lagi yang jadi korban. Setiap wanita akan merasa tertekan jika mereka menyandang predikat tersebut. Meskipun tak jarang juga yang tidak mempedulikannya. Tapi, terkadang untuk menyelamatkan muka orang tua mereka, mereka rela dinikahi dengan pria pilihan orang tua mereka. Padahal belum tentu yang menjadi pilihan orang tua itu baik untuk anaknya. Sekali lagi para wanitalah yang nantinya akan jadi korban. Bersyukur kalau ternyata pilihan orang tua mereka itu benar-benar pria yang baik luar dalam bukan cuma pria yang baik di luar saja. Kaya film wanita berkalung sorban. Hasil dari perjodohannya malah si wanita mendapatkan KDRT dan memilih untuk bercerai. Jadi seorang wanita itu harus berani memilih. Karena hidup kita itu tergantung sama pilihan kita.

0 komentar:

Post a Comment