Showing posts with label ceplasceplos. Show all posts
Showing posts with label ceplasceplos. Show all posts

Pancasila Rumah Kita Tribute To Franky Sahilatua

Wednesday, June 1 0 komentar

Ga nyesel kemaren malem bisa nonton acara PANCASILA RUMAH KITA TRIBUTE TO FRANKY SAHILATUA. Awalnya mau nonton acara ini ada unsur iseng-isengnya. Bukan emang niat mau nonton. Karena kalo boleh jujur, gue sama sekali belom pernah denger lagu-lagunya franky sahilatua (hehe). Ngaku ga tau sama lagunya pas acarany udah mau kelar. Gue bilang sama tante gue "tan, tia ga tau loh sama lagu-lagunya, baru sekali ini denger" tante gue cuma komentar "masa sih". Karena biasanya kalo lagu-lagu yang menyuarakan kritikan politik biasanya yang gue denger cuma lagu-lagunya iwan fals. Nah gue baru tau juga kalo lagu dibawah tiang bendera itu kolaborasi franky sahilatua sama iwan fals. Noraknya diriku (hahahahahah). Tapi meskipun gue ga tau sama lagu-lagunya, gue terharu pas liat video franky sahilatua yang backsoundnya itu lagu pancasila rumah kita karya beliau. Rasanya sesak banget dengerin lagu itu. Dalam hati gue cuma bisa bilang "Gue kangen indonesia". Ngeliat berita sekarang-sekarang ini banyak banget antar kampung ribut cuma gara-gara hal sepele. Hal yang harusnya bisa diomongin baik-baik malah jadi pertikaian antar kampung. Acara ini diawali sama penampilan dari vj daniel sebagai mc pembuka dilanjutin pertunjukan musik. Pengisi untuk petunjukan musiknya klo ga salah inget itu ada grup hiphop dari maluku, panji, tompi, edo kondologit terus ga tau siapa lagi yang pasti di puncak acara ada glen fredly. Pas waktu penampilan panji di tengah-tengah lagu kita diajak bareng nyanyiin lagu ibu pertiwi. Terharu banget pas nyanyiin lagu ini. Tompi nyanyiin lagu yang disisipin sama bahasa aceh kayanya. Keren banget penampilannya. Terus edo kondologit nyanyiin lagu karya franky sahilatua. Ini juga keren. Puncaknya glen fredly nyanyiin lagu-lagu karya franky sahilatua. Pastinya keren juga. Yang unik sebelum penampilan dari glen fredly ditampilin musisi jalanan yang nyanyiin lagu ciptaan mereka sendiri. Lagunya juga berisi kritik sosial dan lucunya mereka nyanyiin lagu susis punya sule yang liriknya diganti sama susilo takut istri. Agak ngakak pas disini. Di acara ini juga ditampilin pembacaan puisi sama tari topeng, tapi sayang gue lupa sama nama yang bacain puisi sama nari topeng.
Di tengah-tengah acara dibacain narasi kebudayaan yang dibawakan sama reza rahadian, shireen sungkar, atikah hasiholan, teuku wisnu dan rio dewanto. Narasi kebudayaan ini tema yang diangkat macem-macem cuma yang paling menarik perhatian gue adalah tema tentang tenaga kerja dan pendidikan. Salut juga buat ibu ratna sarumpaet yang udah bikin narasi yang bagus dan memilih pembaca narasi yang juga ga kalah bagus sama narasinya. Jadinya pas.





ini dia para pembaca narasinya
ini penampilannya tompi



yang diatas penampilannya shireen sungkar, yang dibawah ini penampilannya reza rahadian


nah kalo yang ini penampilannya panji
Diacara ini juga ada penampilan pidato dari pengamat politik universitas paramdina (namanya gue lupa).  Nah pas bagian ini mata udah mulai agak ngantuk. Acara ini ditutup sama penampilan dari glen fredly lagi. Mohon maaf apabila terdapat banyak kata-kata kayanya soalnya gue emang sedikit pelupa ditambah lagi pas ditengah-tengah acara anaconda gue minta makan (baca: laper).
Finally acara ini bagus banget untuk menyadarkan bangsa kita bahwa pancasila itu bukan sekedar hapalan. Pancasila itu adalah jiwa yang harus ada didalam hati seluruh rakyat indonesia. Pancasila bukan sekedar simbol. Pancasila adalah pemersatu bangsa. Karena untuk membuat tiap sila yang ada di dalam pancasila para pemimpin bangsa kita kala itu bersatu untuk melahirkan pancasila ini.
SELAMAT HARI PANCASILA

Negeriku sayang, Negeriku malang

Friday, May 20 0 komentar
Sungguh disayangkan disaat bangsa ini sedang memperingati hari kebangkitan nasional, kongres yang diadakan PSSI untuk menentukan ketua PSSI malah sedikit ricuh dan dihujani dengan interupsi. Sampai akhirnya ketua normalisasi PSSI agum gumelar memilih untuk mengakhirinya karena suasana kongres sudah tidak kondusif lagi. Bingung kenapa di negara kita tercinta ini banyak sekali orang yang haus kekuasaan. Padahal kalo tiap orang yang mencalonkan diri sebagai ketua itu lebih legowo dan tidak memikirkan kepentingan mereka yang sangat ingin menduduki kursi pemimpin PSSI, mungkin kongres PSSI hari ini tidak akan sampai begitu. 
Kadang gue juga heran kalo ada pemilihan ketua-ketua di indonesia. Kayanya semua kandidatnya itu ga ada yang siap buat kalah. Mereka hanya mempersiapkan diri mereka untuk menang. Hasilnya udah bisa ditebak, pasangan yang kalah pasti akan ricuh-ricuh gitu.
Belum lagi keheranan gue sama para anggota dewan terhormat kita di DPR. Gue bersyukur waktu pemilihan anggota dewan waktu itu gue memilih untuk abstain. Karena, setelah hampir dua tahun mereka dipilih yang gue lihat dari mereka itu hanyalah sekumpulan orang-orang manja yang selalu menuntut. Tapi giliran rakyat yang menuntut sesuatu dari mereka pasti ada aja alesannya. Bayangin mereka pasang budget buat bangun gedung baru DPR 777 milyar. Sedangkan untuk pengentasan kemiskinan di bali aja mereka cuma ngasih 1,68 milyar. Coba dana 777 milyar itu disebar untuk mensejahterakan rakyat indonesia. Berapa wilayah yang akan terbantu dengan dana tersebut. Dana sebesar itu bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan dan pendidikan di daerah pedalaman. 
Makin takjub gue sama negeri tercinta gue ini. Seandainya di pemilu presiden dan legislatif 2014 nanti gue tidak melihat ada calon yang cukup baik untuk memimpin indonesia, kayanya gue lebih memilih untuk abstain. Adakah calon pemimpin negara ini yang mempunyai sifat seperti para khulafa rasyidin? gue inget sama pelajaran gue pas SMP. Waktu itu guru gue bercerita tentang seorang khalifah yang setiap malamnya dia selalu berjalan menyusuri lorong-lorong kota untuk memastikan bahwa tidak ada rakyatnya yang hidup kekurangan. Ironis banget sama pemimpin sekarang. Mereka bahkan tidak bisa mendengar jeritan dan tangisan rakyat kecil. Mereka lebih mendengarkan suara perut mereka yang tidak pernah puas dengan apa yang mereka dapat. Mungkin mereka harus mendapat pelajaran agama tambahan agar mereka bisa lebih bersyukur dengan apa yang mereka miliki dan perlahan mereka bisa mendengar suara-suara rakyat yang meminta perhatian mereka.
SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL