Awal Perjalanan

Sunday, May 22
Gunung sikunir pukul 05.15
Aku telah sampai di puncak ini. Beberapa hari yang lalu aku baru menyesaikan studi S1-ku dan akhirnya aku mendapatkan gelar di belakang namaku. ST. Aku sudah menggadang-gadang akan pergi ke dieng setelah aku mendapatkan gelarku. Disinilah aku berdiri sekarang. Puncak gunung sikunir yang merupakan salah satu objek wisata andalan dieng. Aku ingin menyaksikan secara langsung matahari terbit dari puncak ini yang sering dijuluki golden sunrise. Akhirnya semburat warna merah perlahan mulai menghiasi angkasa. Kehangatannya benar-benar membawa hangat di puncak ini. Dimana suhunya masih berada di kisaran 10 derajat celicius. Hal ini bukan suhu biasa untuk ukuran orang jakarta yang selalu merasa kepanasan. Akhirnya, aku bisa menyaksikan indahnya golden sunrise dari puncak ini. Betapa indahnya panorama ini. Jika saja aku seorang pelukis, aku akan langsung melukiskannya agar tidak ada satu moment pun yang terlewat. Cahaya merah muncul dari balik pegunungan yang masih dihiasi kabut. Ini seperti menemukan negeri para dewa. Negeri diatas awan.
Aku duduk terpaku melihat semua ini. Perlahan aku mengeluarkan pocket diary milikku dan menuliskan semua perasaan ini.
" Kawan apa kabarmu saat ini?
  Sekarang ini aku sedang menikmati sebuah panorama matahari terbit yang lain dari biasanya. Aku   menikmatinya dari atas puncak gunung sikunir di dieng. Jika saja aku bisa menemukanmu sebelum aku pergi kesini, aku pasti akan mengajakmu untuk turut serta menikmati semua keindahan ini. Tahukan kawan sangat merindukanmu. Aku berikan padamu gambar keindahan golden sunrise yang tersohor itu. Jika suatu saat aku berhasil menemukanmu kembali aku akan langsung memberikan pocket diary ini padamu. Di pocket diary ini aku akan selalu menulis semua perjalanan yang akan aku lalui ke depan. Pocket ini tidak hanya berisi semua tulisan tentang kerinduanku, aku juga melengkapinya dengan foto-foto tempat yang sudah aku kunjungi. Cukup dulu kawan. Aku harus turun untuk melanjutkan perjalananku selanjutnya. "
"Abis nulis apa mbak?" tanya guide yang sedari tadi melihatku menulis. Tetapi, aku tidak menyadari bahwa selama aku menulis, guide itu memperhatikanku. Aku terlalu asyik menulis. 
"Nulis tentang panorama matahari terbit tadi pak. Buat kenang-kenangan. Siapa tahu kalau saya sudah sampai jakarta, Pas saya baca lagi tulisan ini, saya jadi pengen kesini terus". Jawabku sekenanya. Karena aku benar-benar kaget dapat pertanyaan itu.
"Pasti mbak bakal balik lagi kesini. Saya aja yang asli orang dieng ga pernah bosan sama pemandangan tadi. Apalagi mbak yang jarang kesini." Pak warso guide yang mendampingiku menimpali jawabanku tadi. 
"kayanya sih gitu pak". Aku dan pak warso tertawa bersama dan langsung bergegas untuk menuruni gunung sikunir.


0 komentar:

Post a Comment