Malware ancam android

Thursday, December 1
Perilisan mc afee terbaru menyatakan bahwa sepanjang kuartal ketiga tahun 2011 sistem operasi android menjadi target utama serangan malware pada perangkat selular. Menurut mc afee, seperti dilansir dari techcrunch.com bahwa hampir semua malware baru dalam kuartal ketiga ini menyasar android. Berdasarkan laporan malware yang menjadikan perangkat android sebagai sasaran melonjak sampai 37 persen. Hal ini mentasbihkan bahwa tahun ini adalah tahun tersibuk dalam sejarah malware.
Dua diantara malware yang menyerang perangkat android adalah DroidDream Light dan Zitmo. Sebelumnya DroidDream Light ini telah menyerang 120.000 pengguna android. Menurut Lookout, sebuah perusahaan pembuat antivirus yang menemukan kedua malware tersebut, DroidDream Light ditemukan menempel pada aplikasi resmi yang terdapat di android market, seperti: Quick Falldown, Sientific Calcullator, Buble Buster dan  sebuah klon dari Best Compass dan Leveler. Diperkirakan bahwa malware ini telah menginfeksi lebih dari 50 aplikasi di android market. 
Cara kerja malware ini adalah dengan menginstal aplikasi tambahan secara otomatis je dalam ponsel Android. Begitu terinfeksi, ponsel akan merestart sendiri begitu ada panggilan masuk. Saat itulah, malware akan menginstal aplikasi tambahan berupa trilojan. Trojan inilah yang akan menyadap ponsel kamu. Ia akan mencuri data pribadi kamu, seperti email, password, user account, nomor kartu kredit.
Sedangkan untuk varian malware yang lain yaitu Zitmo. Malware ini bertugas mencuri informasi bank dari pengguna ponsel android. Begitu pengguna mengakses website bank miliknya, malware ini segera bekerja dengan merekam pesan atau sms yang memberikan kode atau password bank kemudian melakukan transaksi dengan menggunakan akun tersebut.
Cara malware menginfeksi perangkat android adalah pada saat kita mengunduh sebuah aplikasi. Karena pada saat tersebut sistem akan terbuka dan smartphone yanng tidak dilengkapi dengan sistem keamanan menjadi salah satu penyebab malware ini mudah menyebar.
Lalu bagaimana cara pengguna android mengamankan perangkat android miliknya dari ancaman malware? Berikut adalah tips mengamankan perangkat android seperti dikutip dari situs tabloidpcplus.com.

1. Selalu mengunci perangkat anda, dan gunakan password untuk melakukan akses ke perangkat komunikasi kamu.
2. Jika kamu akan memasukan data pribadi, lakukan hanya untuk aplikasi-aplikasi yang disediakan oleh pembuatnya. Itu berarti, jika kamu men-download Facebook app haruslah dari website Facebook, demikian juga dengan twitter app dari Twitter, Yahoo messenger app dari Yahoo.
3. Jangan menyimpan informasi bersifat rahasia didalam perangkat smartphone kamu.
4. Aktifkan Password programs.
5. Matikan fungsi layanan geo-location.
6. Aktifkan sistem proteksi password.
7. Hapus atau pindahkan foto-foto pribadi yang tidak ingin kamu sebarkan.
8. Jangan menginstall aplikasi-aplikasi dari pengembang yang tidak dikenal. Jika kamu sudah terlanjur melakukan download yang dimaksud, hentikan dulu aktifitas online banking dari perangkat mobile anda, karena applikasi tersebut berpotensi malware.
9. Cermati dulu aplikasi-aplikasi yang ingin kamu download dan install
• Apakah aplikasi tersebut telah didownload ratusan ribu kali?
• Apakah memiliki rating yang tinggi?
• Apakah aplikasi-aplikasi tersebut sudah ada sejak lama?
• Apakah pengembang aplikasi tersebut dipercaya oleh kalangan industri dan
customernya? Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan memeriksa melalui search engine, melalui jejaring sosial, maupun dari micro blog.
10. Jika kamu mengklik sebuah link di e-mail, jangan pernah memasukkan data-data pribadi ke dalamnya. Karena banyak kasus masuknya malware melalui modus tersebut, terlebih jika dilakukan melalui perangkat komunikasi mobile, resikonya akan semakin tinggi. Akan lebih aman jika melakukannya dengan memasukkan nama website pada web browser, baru kemudian masukan data.
11. Install aplikasi keamanan dan aktifkan program Anti Virus.
12. Perlakukan perangkat smartphone kamu layaknya desktop karena pelaku kejahatan dunia maya tidak perduli platfom apa yang kamu gunakan, tetapi justru menyasar setiap orang untuk dijadikan korban.


0 komentar:

Post a Comment