syair lampung karam

Saturday, November 19
Mungkin belum terlalu banyak yang tahu kalo bencana meletusnya gunung  krakatau pada tahun 1883 melahirkan sebuah karya sastra ciptaan anak bangsa. Karya ini diciptakan oleh Muhammad saleh. Syair ini ditulis dalam bahasa melayu dan dicetak dalam huruf jawi kuno. Naskah dalam bahasa arab-melayu(jawi) ini kemudian dialihaksarakan oleh ahli filologi dan dosen/peneliti di universitas leiden oleh suryadi sunuri. Syair ini merupakan satu-satunya  kesaksian masyarakat pribumi atas letusan dahsyat gunung krakatau. Syair ini ditulis ketika muhammad saleh sedang berada di lampung lalu kemudian beliau mengungsi ke singapura. Seluruh edisi dari syair ini pun diterbitkan oleh singapura.
Berikut sedikit kutipan dari syair tersebut.
...
Di dalam hal demikian peri,
Berbunyi meriam tiga kali,
Kerasnya itu tidak terperi,
Bertambah gentar seisi negeri,
Isi negeri sangat ketakutan,
Kerasnya bunyinya tiada tertahan,
Turunlah angin sertanya hujan,
Mengadang mata umat sekalian,
Banyaklah lari membawa hartanya,
Di dalam perahu, sampan, koleknya,
Dipukul gelombang hilang dianya,
Harta, perahu, habis semuanya.
...


klo mau tau jejaknya bapak muhammad saleh yang nulis syair ini klik disini
*sumber: kompas dan wikipedia

0 komentar:

Post a Comment